4 Reasons Why I Love Malang So Much

Malang adalah salah satu kota yang selalu menjadi destinasi favorit saya, kota ini seperti rumah kedua buat saya. Entah bagaimana Malang ini membuatku selalu gagal move on dan selalu pengen kembali lagi dan lagi.

At least once in a year only if I could.

Dulu, sebelum ke Malang saya punya alergi terhadap cuaca dingin apalagi di ruangan ber-AC pasti saya nggak kuat lama-lama karena hidung akan mampet dan bersin-bersin mirip seperti orang flu.

Tapi anehnya, sejak pertama kali ke Malang yang mana cuacanya lebih dingin daripada di Sulawesi kok saya malah sembuh ya alerginya haha. Mama yang tadinya pesimis saya bisa survive apa nggak malah jadi heran kok malah sembuhnya pas di Malang.

Biaya hidup murah

Nggak bisa dipungkiri broh, biaya hidup di Malang murah banget kalo dibandingkan dengan kota-kota yang pernah saya kunjungi seperti Bali,  Jogja, Jakarta, Surabaya dan Makassar. Bahkan di daerah ku sendiri pun, Malang masih menjadi tempat dengan biaya hidup paling murah.

Kosan di Malang dengan harga 350K di komplek perumahan pun udah bagus banget meskipun fasilitasnya cuma dapat kasur, lemari dan meja. Jaman saya kuliah dulu, ada kosan yang per bulan dibayar 800K udah mewah banget buat mahasiswa plus AC lagi.

Kalo di sini mah, kosan dengan fasilitas AC itu udah harga 1 juta ke atas tergantung daerahnya, luas kamarnya dan fasilitas pendukung lainnya.

Aman

Selama kurang lebih 5 tahun menetap di Malang, saya nggak pernah terganggu oleh pemandangan mahasiswa melakukan demo dengan membakar ban, saling melempar batu atau gangguan-gangguan yang disebabkan oleh orang-orang yang gak tahu aturan.

Ancaman jambret dan sejenisnya memang selalu ada sih di tiap kota, hanya saja saya merasa lebih aman bepergian seorang diri di kawasan Malang daripada di kota-kota yang pernah saya kunjungi he he.

Warga Malang yang ramah

Saya dan seorang teman saya bernama Hook (nama disamarkan lagi ha ha) sepakat bahwa di kota ini kami merasa sangat dihargai dan diperlakukan dengan baik. Maksudnya begini, beri senyum dibalas senyum. Tutur kata yang baik juga dibalas demikian.

Apalagi kalo baru kenalan dengan orang-orang baru, trus mereka tahu kami ini pendatang ya seperti ada perlakuan istimewa yang kami terima meskipun menurut mereka biasa aja.

But much respect for that kindness.

Malang dingin

Siapa yang baru tahu kalo Malang itu dingin? Utamanya daerah Batu, dingin banget broh. Pertama kali ke Malang, trus harus mandi jam 6 pagi bikin tulang-tulang saya pada ngilu ha ha. Nggak kuat, padahal kosan saya berada di daerah antara Batu dan wilayah Soekarno Hatta.

Anehnya lagi, kalo saya mudik ke rumah seminggu plus panas-panasan bisa gosong kulitku ini trus kalo balik ke Malang cuma seminggu mendem udah cerah lagi kulitnya ha ha. Meskipun sering keluar rumah, kulitku malah sulit untuk berubah jadi gelap.

Kenapa ya?

 

Beteweh happy fasting all..

Advertisements

12 thoughts on “4 Reasons Why I Love Malang So Much

  1. Yap, sy sring diceritain klo Malang itu dingin dan dulu waktu lulus SMA, sy prnah ditawari kuliah ke Malang, tp entahlah, takdir brkta lain, akhirnya saya ttp kuliah di Kalteng aja, Palangkaraya.

    Sampe skrg sy msh pnsran, kota Malang yg dingin itu, sedingin apa ya?

    Ahh..klo gak prnh coba lngsung, gmn tahu ya, haha…

    Like

  2. Impresinya sama semua saat main ke Malang kemarin haha…
    Yang bikin enak tuh kemurahan hati dan biaya hidup di sana mungkin *yak. kata seorang berdasarkan kacamata mahasiswa ekonomis*

    Like

Feel free to tell me your opinion :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s