Ada Cerita Antara Hidayah, Pernikahan Dan Hari Lebaran

Katanya, setiap orang akan mendapatkan hidayahnya masing-masing untuk menjadi lebih baik. Dan katanya lagi, hidayah itu dicari bukan ditunggu.

Ah saya bingung jadinya, karena jujur aja saya juga nggak paham tentang bagaimana sebenarnya upaya manusia untuk mencari hidayah.
Nah, kebetulan otak saya lagi bener jadi sebelum lupa dan malas mendingan saya tuliskan aja deh perihal hidayah dan tetek bengeknya.

Jujur aja, saya bukan jenis orang yang religius meskipun saya paham tentang dasar-dasar ilmu agama, larangan dan seruan Tuhan. Tapi balik lagi, ibarat Tuhan punya anak asuh maka saya yang menjadi anak asuhnya yang paling susah diatur.

Pada hari lebaran kemarin, saya berkumpul kembali dengan sahabat-sahabat saya di SMA. Marbi, sahabatku sempat memberikan masukan untuk saya tentang keyakinan untuk menikah. Setelah mendengarkan pendapatku tentang pernikahan, Marbi kemudian berkata :

“Tii, banyakin berdoa. Lakuin shalat yang tujuannya untuk minta petunjuk ke Tuhan. Karena kalo Tuhan punya mau, dalam sekejap dia bisa membalikkan hatinya manusia. Kalo besok kamu harus menikah, pasti Tuhan bisa lakuin itu semua yang penting kamu yakin dan pasrahkan semuanya ke Tuhan.”

Kebetulan Marbi adalah seorang Nasrani yang taat sedangkan saya adalah muslim yang bandel, tapi persahabatan kami justru saling menguatkan sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

Marbi : Tii, sepertinya ya pernikahan di bayanganmu adalah sebuah mimpi buruk ha ha. Kenapa gak kamu bayangin aja kalo pernikahan itu asik karena akhirnya kamu bisa berduaan sama suami, gak ldr, ke mana-mana selalu berdua. Bukan yang jelek-jeleknya.
Saya : yaaaaaaa… karna udah terlanjur sih Bii saya liat kenyataan yang jelek-jelek haha.

Marbi : tapi kalo dipikir-pikir sih, kita-kita emang terlalu menikmati masa muda yaa ha ha.

Idk about you, tapi saya merasa bahwa pertemuan saya dengan Marbi kemarin adalah jalan agar hidayah Tuhan sekali lagi datang kepadaku. Sebelum Marbi sudah ada orang-orang sebelumnya yang juga sudah memberikan saya nasehat dan masukan tentang pernikahan.

Mantan

Bisa dikatakan, orang yang pertama kali mengajarkan saya tentang betapa pentingnya pernikahan adalah si mantan. Untuk meyakinkan saya tentang pentingnya fokus dalam menjalani hubungan menuju pernikahan, dia pernah bilang begini :

“Oke, sekarang kamu masih punya teman-teman yang selalu ada mungkin ya. Tapi jika besok mereka sudah menikah dan hanya kamu sendiri yang belum, lalu kamu akan ditemani siapa nantinya? Teman-temanmu akan sibuk dengan kehidupannya yang baru, sementara akan selalu sendiri.”

And you know what, sekarang omongan si mantan emang beneran terbukti ha ha.

Ustad

Perkenalan saya dengan beberapa ustad di Malang dan di kampung halamanku berawal dari ketika saya harus menjalani terapi ruqyah. Seorang ustad di sini sempat berkata,

‘Mba, biasanya orang-orang yang sakit seperti mba obatnya itu ketika mereka sudah menikah. Percaya apa nggak, memang sudah begitu.’

Sekali lagi, hal seperti itu belum masuk ke dalam logika saya.

Ada lagi ustad yang bilang begini,

‘Salah satu tanda seseorang mengalami gangguan jin adalah dia enggan menikah meskipun dirinya sudah siap dan pantas menikah.’

Trus, kalo saya beneran belum siap jadinya gimana?

Bu-Ibu segala usia

Kebetulan di sini saya gaulnya mayoritas dengan bu-ibu dari segala jenis usia, jadi pembahasan kami gak pernah jauh-jauh dari masalah ekonomi dan masalah rumah tangga. Seorang bu-ibu pernah berkata,

‘Saya juga dulu kayak kamu kok, males banget mau nikah muda karena saya sangat menikmati masa mudaku dengan gaji engineer sekitar 20jutaan per bulan. Tapi saya mikir lagi, daripada ldr dan berbuat dosa mendingan kami menikah aja. Lebih berkah. Setelah dijalani dengan ikhlas toh ternyata gak seburuk yang saya bayangkan.’

Ada juga yang berkata kepadaku,

‘Cewek kalau udah usia 30 tahun, biasanya udah susah punya anak makanya kenapa dikatakan usia produktif cewek untuk mengandung itu di rentang usia 20-an. Kamu nggak mau punya anak? Atau kamu mau punya anak di usia tua trus kamu makin tua tapi anakmu baru mau bertumbuh. Ntar jadi seperti neneknya lho kamu.’

AJ

Meskipun sampai hari ini AJ belum juga melamar saya, entah karena dia takut atau emang gak niat. Sejak awal kami memulai semuanya dia termasuk orang yang gak pernah lelah untuk memberikan pemahaman kepada saya tentang everything is gonna be ok even when you are married, yang penting mau hidup susah dan memulai semuanya dari NOL.

‘Kalo kamu nggak mau nikah, yah gak usah pacaran. Diem aja jadi jomblo, kamu sakit ya sakit sendiri. Kamu mati juga gak ada yang temenin. Apalagi, kalo gak nikah emangnya bisa punya anak? Adopsi emang jadi pilihan, tapi kamu gak mau kah punya anak biologis?’

Dan masih banyak lagi, sekarang saya gak usah heran kenapa AJ lebih bawel dibandingkan saya. Seharusnya saya yang bawel karena saya cewek tapi kenapa kebalik ya?

Keluarga

Orangtua dan sodara-sodara juga dulu-dulunya sering ngasih tau supaya saya mau menikah, salah satunya ada yang pernah bilang begini..

‘Kamu menikahlah Tii, setidaknya ya kalo kamu menikah nantinya rejekimu pasti ditambah Tuhan karena emang berkah orang menikah itu seperti itu. Siapa tahu malah setelah menikah, impianmu justru bisa kamu dapetin satu-satu karena udah ada suami yang nemenin. Gak berusaha sendiri seperti sekarang.’

Hmm..
Hufft…
Hmmmm…

Satu hal yang saya yakini, semua yang terjadi gak ada yang sia-sia dan gak ada yang namanya kebetulan. Tuhan lebih tahu cara untuk mengarahkan hamba-Nya, makanya ada ayat yang mengatakan :

‘Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.’ QS. Al-Baqarah : 286

Di balik gaya hidup yang saya pilih sekarang, ternyata Tuhan gak pernah berhenti untuk mempertemukan saya dengan orang-orang yang mengarahkan saya untuk beribadah di jalan yang sudah di tentukan-Nya.

Beteweh, kalian pernah dinasehatin apa supaya segera menikah?

Advertisements

26 thoughts on “Ada Cerita Antara Hidayah, Pernikahan Dan Hari Lebaran

  1. Baca ini sya jadi dejavu mbak. Apalagi pas dua-duanya kakak sy menikah di tahun yang beriringan, eh tahun setelahnya tante-tante malah nanya ke saya, “nah yg bungsu kapan nih? Tahun depan aja ya” dan yg lain pada ikutan. Padahal mah sya masih 18 tahun mbaak😣😣😣

    Like

  2. Hahahaaaa nikaaaah. Aku pernah ngebet sekali nikah tuuuuuh. Sempet langsung bilang ke orang tua si anu, terus malah dikasih petuah nunggu lulus dulu blablablabla. Akhirnya bener kan, h-2 lebaran kemarin putus. Nah kan, ga nikah kan. Kan ah apaan sih aku ini ngerusuh di blog orang wkwkwk hehehe

    SALAM KENAL YA MBAK YA 😀

    Like

      1. Hahaha turut berduka citaaa yaaa 😀 wkwkwk baiklaaaaaaaaaah. AKu ingin bilang ‘iya, ada banyak ikan di laut. Tapi apa ada ikan kayak dia?’ tapi kok menye sekali. Jadi lebih baik aku tidak bilang.
        .
        .
        .
        LAH ITU BARUSAN BILANG KAN YA -_-

        Ah apalah ini.

        hehehe sipsip mbak es teh

        Like

  3. Haha…itulah jln menuju hidayah ternyta, bnyak cara da ceritanya. Dan klo hidayah dtg, ia dtngnya ujug2…kata seorang ahli agama jg, huhu…

    Slmat mnentukan pilihan yg trbaik ya. Sy cm mau ksh tau, nikah gak nikah, semuanya punya konsekuensi atau resikonya masing2. Krn berani hidup, ya hrus brni dan mnghdapi realita hidup, trmsuk realita prnikahan maupun selibat, haha…

    Like

  4. Kurang lebih sama dengan yg dipost isi nasihatya, tapi akhirnya balik ke diri sendiri kok. Pasti nanti akan ngerasa, hidup ini udah ngga seru kalo diperjuangin sendirian hehe. Tapi kalo emang belom mau/butuh nikah ya gpp, mungkin nanti di umur 30,33,35, who knows? Sy pun sedang mengusahakan ke arah sana kok mba.

    Like

  5. Mbak aku jg bru dpt quote gr-gra unjung-unjung “kmu gak akan pernah bisa memprediksi masa depan dengan sempurna, apalagi perihal pernikahan, klo kamu belum jalanin kmu gak akan pernah tau sesungguhnya kmu itu snggup atau nggak” semaaangat mbk😄

    Like

Feel free to tell me your opinion :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s