Ada Cerita Tentang Misi ‘Kabur-Kaburan’.

Selamat hari Sabtu my happy reader!!! Kebetulan saya nulis postingan ini via hape (WP App) jadi kalimat pembuka kali ini rada aneh, soalnya tertulis dalam format BOLD. Padahal saya nggak pilih opsi BOLD, setelah menghapus kalimat di paragraf ini. WP lagi galau ditengah hujan deras yang mengguyur rumahku. 

Postingan kali ini tentang seorang anak perempuan yang ditegur oleh Tuhan-Nya agar selalu ingat pulang. Kali ini adalah tentang saya #jrengjreng

Sekarang udah tahun ke-3 saya menetap di kampung halaman, dan baru di tahun ke-3 ini saya belajar untuk memahami setiap alur petualangan yang sudah saya mulai sejak 6 tahun yang lalu.

Jadi begini awalnya, dulu mamaku selalu bilang :

Nak, masalah itu harus dihadapi bukan ditinggalkan (ditinggal kabur trus jalan-jalan sendiri.)

Namanya manusia ya, hidupnya nggak afdol kalo nggak ada masalahnya hanya saja setiap orang pasti punya cara yang berbeda untuk menyikapi masalah yang ada.

Kebetulan saya yang dulu punya kadar ‘cuek bebek’ level jengkelin, terbukti karena mamaku selalu ngedumel kalo dia merasa tingkahku emang cuek bebek rasa pengen dijiwit.

Setiap tahun ketika libur lebaran, saya pasti menjadi anak yang susah untuk pulang kampung karena saya males-malesan dan pinginnya mudik ke kampung orang meskipun di sana gak punya kenalan. Nekat.

Saya akan pulang karena 2 hal ini :

  • Tiket sudah di belikan oleh orangtuaku di rumah
  • Diancam nggak akan ditransferkan uang jajan bulanan

Itu pun tanggal pulangnya biasanya H-6 lebaran baru saya pulang ke rumah dan kembali ke Malang di hari H+3 setelah lebaran.

Ketika masih kuliah, mamaku selalu dibuat kaget kalo tiba-tiba saya telpon dan bilang saya udah ada di kota lain entah sama temen atau sendirian. Pertanyaan mama, ‘kamu ngapain keluyuran keluar kota? ntar diapa-apain orang lho, pulang ya besok.’

Setelah menjelaskan alasannya apa, mamaku akan bilang (balik lagi ke bagian kalimat yang di-quote-kan di atas)

Kalo saya patah hati karena kehidupan, saya sempat kabur ke Jogja selama hampir sebulan dan pulang ke rumah setelah mama berhenti ngirimin uang.

Kalo lagi bosen dengan sesuatu saya pasti kabur, karena menurutku ya traveling is the best cure for a broken hearted man.

Saya pernah kabur ke Surabaya selama 2 minggu, karena bosen kuliah padahal baru 1 semester saya lewatkan eh udah bosen.

Setelah putus dari mantan, saya sempat kabur ke Jakarta dan Bali. Sama siapa? Sendirian dan sempat bareng temen-temen kampus.

Ketika dulu saya hampir gagal wisuda, sambil menangis saya minta ijin ke mama kalo saya pingin wisudanya diundur aja dan diam-diam akan kabur ke Semarang beberapa hari. Dan seharusnya, saat itu adalah kali pertama saya ke Semarang.

Tapi mungkin mamaku gak ridho ya, akhirnya saya bisa wisuda sesuai target. Keajaiban.

Misi kabur-kaburan saya yang terakhir adalah 2 tahun lalu, ketika mama melepasku ke Jakarta dengan tujuan untuk ikut tes CPNS meskipun saya cuma sampai di tes tahap ketiga. Setelah itu, saya disuruh menetap di rumah Om (sodara mama) atau kembali pulang ke rumah.

Tapi, saya kabur lagi ke Surabaya trus ke Malang karena saya kecewa aja dengan kenyataan di Jakarta.

Selama kurang lebih 7-8 bulan di Malang, suatu hari mama menelpon dan mewanti-wanti agar saya segera pulang, semua petualangan yang saya rancang harus dihentikan.

Kata mama, saya ini udah dewasa saatnya untuk serius menata masa depan bukan hanya keluyuran terus.

Tapi, saya masih aja bandel gak mau pulang. Papaku mulai mengurangi uang jajan, sampai suatu hari saya sempat ingin menyerah karena kekurangan uang jajan dan belum dapet kerjaan. Curhat ke mama, yang ada malah disuruh pulang -_-

Sampai suatu hari, saya jatuh sakit dan harus diopname karena DBD dan Tipes kemudian mama langsung terbang ke Malang dan menjemput saya keesokan harinya di Rumah Sakit kampusku.

Dan akhirnya, saya benar-benar pulang ke rumah dan nggak berani untuk kabur-kaburan lagi karena hikmah dari petualangan kabur-kaburan ini adalah saya harus dewasa dengan menghadapi masalah yang datang kepadaku dan bukan ditinggal pergi kemudian kembali seperti gak pernah ada yang terjadi.

Selama 3 tahun di sini, setiap hari saya belajar untuk menerima kenyataan bahwa hal-hal yang dulunya saya hindari justru di masa sekarang harus saya hadapi. Masalah rumah tangga dan pernikahan adalah satu dari sekian banyak hal yang tidak menarik buatku, dulunya. Tapi sekarang, I have to deal with those things.

Katanya, manusia wajib berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Saya sudah selalu berusaha untuk memenuhi passion kabur-kaburanku ini meskipun selalu diancam papa nantinya gak dikirimin duit, tapi ketetapan Tuhan nggak bisa dilawan broh.

Saya harus pulang, He wanted me to go home for my own good.

Ketika saya pulang, maka saya akan belajar tentang kehidupan yang sebenarnya. Seperti kata mamaku, kehidupan yang sebenarnya bukan cuma soal tugas kuliah, jalan-jalan, belanja dan nongkrong bareng temen. Berumah tangga dengan segala permasalahannya, jatuh bangun untuk hidup dan menghadapi kenyataan yang gak sesuai ekpektasi kita, itu baru namanya hidup.

Mungkin rencana Tuhan seperti itu. Ahh, rencana Tuhan memang gak pernah salah dan selalu tepat waktu yaa ;))

Thank God, I had a great life! And thanks for my present, I have a thoughtful life now. Soon, insya allah I will be all grown up and hope that I could be moving on from my #FrozenAge

Advertisements

31 thoughts on “Ada Cerita Tentang Misi ‘Kabur-Kaburan’.

  1. Mamanya sabar banget ya mbak, hehehe
    Yah, meski sepertinya tergolong anak yang ‘bandel’ tapi mbak punya banyak pengalaman yang kayaknya bakalan memberi banyak keuntungan buat mbak kelak.

    Like

  2. sama berarti kwn, rumah adl tempat paling dirindukan tapi tak selalu menjadi yang ternyaman. dulu juga saya seperti itu hanya uang dan sembako yg menipis yg mengharuskan saya pulang

    Like

      1. ya benar sekali…sekarang sudah setahun aku di kampung krn “keharusan” tadi. wah kalau rumah mbak bisa dimana saja berarti tipe orang yg suka ngindarin pajak wkwkwkwkwk

        Like

  3. Skrg udah netap dan menetapkan, gak pake kabur2an lg?

    Udah dewasa emang hrs berdikari, dan hrus brjuang dmi masa dpn yg lbih baik.

    Maaf, sy sbnrnya msih pnsran, sy blm dpt gambaran yg utuh ttg Anda, apkh Anda ini bnar2 msih single, sdh berumah tangga atau kenyataan lainnya..huhu just kepo mbak, nyantai aja. Sy jg bngung hrus pnggil mbak apa, haha…

    Ya udah, slmt brmlm minggu, dan jngn lp bhagia.

    Like

Feel free to tell me your opinion :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s