Gangguan Jin atau Indera Keenam? [Bagian 5]

November 2017. Dua hari yang lalu mama yang kebetulan ketiduran di kamarku mendadak histeris manggil-manggil adik lanangku si Toii (nama sangat disamarkan dari kenyataannya).

Ternyata mama sempat mimpi buruk, di dalam mimpinya dia melihat ada sosok wanita tua bersarung sedang memperhatikan mama dari bagian belakang pintu kamar mandi. Di dalam mimpinya, sosok wanita tua ini berjingkat-jingkat hendak mendekati mama yang baru masuk ke kamar mandi.

Seketika mama histeris yang jeritannya berlanjut ke dunia nyata. Mama termasuk orang yang beruntung karena ketika dia mimpi buruk melihat mahkluk astral, orang-orang di sekitarnya bisa tahu. Apa kabar dengan saya? Menakutkan.

Setidaknya kini mama sudah mulai percaya dengan omonganku selama ini kalo setiap malam memang ada yang gak beres di kamarku itu dan sekitarnya (area dapur dan kamar mandi).

Keesokan harinya, mama mendaftarkan aku ke program ruqyah yang rencananya akan diadakan bulan depan karena ustadnya jauh-jauh diundang dari Makassar.

Kembali ke masa lalu….

Saya dan Pite memutuskan untuk mencari tempat ruqyah di masjid tepat di belakang kampus UIN tepatnya di daerah Sigura-gura. Cukup sulit bagi kami untuk menemukan masjid ini karena bangunannya terletak di gang bagian dalam.

Saya dan Pite sengaja datang dengan berhijab karena menghargai para ustad dan pemuda yang mungkin ada di sana. Sempat celingak celinguk mencari pintu masuk ke ruang ruqyah, akhirnya seorang pemuda mengarahkan kami ke sebuah ruangan kecil mirip perpustakaan dengan jumlah buku yang gak begitu banyak.

Sebelum melakukan ruqyah, ustad muda yang akan meruqyah saya sendiri sempat berdiskusi dengan saya tentang apa yang saya alami selama 1 tahun terakhir, kenapa saya ingin di ruqyah, dan pengalaman seorang dokter yang kabarnya divonis kanker otak lalu sembuh dengan ijin Allah lewat metode ruqyah.

Pikiranku mulai kacau dengan bayang-bayang saya akan meronta-ronta meminta ampun ketika dibacakan ayat ruqyah seperti yang saya lihat di yutub. Mungkin saya akan menangis jejeritan karena kepanasan mendengar ayat ruqyah atau jin yang ada di tubuhku ini justru akan ngotot gak mau pulang ke alamnya.

Ustad muda ini kemudian memutar ayat ruqyah di laptopnya, saya diarahkan untuk fokus mendengar ayat-ayat ruqyah itu sambil berdzikir dalam hati. Saya disuruh mengingat-ingat semua kelakuan saya di masa lalu, dosa-dosa apa saja yang pernah saya lakukan.

Beberapa menit pertama saya gak merasakan efek apa-apa dengan mendengar lantunan ayat ruqyah dari laptop, malahan saya sempat mikir ‘kok pake mp3?? bukannya orang ruqyah itu kepalanya dipegangin trus dibacakan ayat ruqyah sampe dia kejang-kejang sampe akrobat ala jin, ya?’

Ya udahlah, saya ngikut mana baiknya aja sambil berusaha fokus.

Ternyata, di tengah-tengah prosesi ruqyah dengan laptop ini saya malah merasakan sakit kepala dan mata saya justru mengeluarkan air seperti orang yang sedang menangis padahal saat itu saya nggak merasakan kesedihan yang mendalam atau apa pun itu.

Rasanya aneh ketika merasakan air mataku jatuh sendiri seperti orang yang sedang menangis tapi saya nggak niat nangis, ini gimana sih maksudnya. Pikirku saat itu.

Ustad muda ini kemudian mengarahkan Pite untuk menggunakan kedua jempolnya untuk menekan tulang punggungku dari bagian bawah kemudian naik ke tulang punggung atas. Seperti gerakan pijat terapis amatiran, tapi gerakan Pite lumayan berasa mungkin dia berbakat sebagai terapis pijat plus minus.

Tujuannya untuk membantu jin ini segera keluar dari dalam tubuhku, sembari Pite membantu jinnya untuk keluar dari tubuhku makin lama saya justru merasa mual. Tadinya saya pikir karna asam lambungku naik tapi sejam yang lalu saya sudah sarapan sebelum mendatangi masjid ini.

Ustad lalu memberikan sebuah kantong kresek untuk menampung muntahanku yang kukira akan berbentuk nasi campur setengah halus tapi ternyata hanya mengeluarkan liur menjijikkan.

Apa yang terjadi dengan aku ya Tuhan. Pikirku saat itu.

Setelah adegan muntah-muntahan disertai air mata dan sakit kepala yang aneh, terapi ruqyah diakhiri dengan membaca beberapa surah dan doa dengan bimbingan ustad muda ini.

Begini penjelasan ustad muda ini tentang efek ruqyah yang saya alami :

Kepala pusing : karena jin di tubuhku ini pusatnya ada di kepalaku. Secara gamblang, jinnya dari awal tinggalnya di kepalaku.  Jin yang berdiam di dalam tubuh manusia cenderung akan mengikuti sifat atau kebiasaan manusia itu sendiri.

(Tebakan ustad muda ini memang benar) jin ini ada di kepalaku dan merusak pikiranku karena saya adalah jenis orang yang terlalu menggunakan logika sampai lupa menggunakan iman.

Air mata : karena jin itu masuk ke tubuhku lewat maksiat yang dilakukan oleh mataku.

Maksiat mata? Apa aja yaaa…

Mual : jinnya udah mau keluar jadi reaksi muntah adalah jalan dia keluar.

Keringat : salah satu jalan keluar jin dari tubuhku.

Sendawa : salah satu jalan keluar jin dari tubuhku.

Kentut : salah satu jalan keluar jin kalo jalur yang lain pada macet.

Berhubung saat itu saya agak malu-malu meong mau kentut, jadi sekuat tenaga aku usaha supaya kentutku gak bunyi. Sorry bang jin, kamu gak bisa lewat bokong.

Hasil ruqyah pertamaku ternyata gak sesuai dengan ekspektasiku dan saat itu aku masih belom bisa percaya dengan penjelasan ustad muda di Sigura-gura ini.

Sebelum kami pulang, ustad muda ini sempat memberikan wejangan untuk saya. Beliau berpesan, supaya saya mulai memperbaiki ibadah, menutup aurat dan pasrah kepada ketetapan Tuhan dan tidak melulu berpegang pada logika.

Karena tidak semua hal di dunia ini bisa dijelaskan dengan logika karena ada hal-hal yang bisa diselesaikan dengan ini (ustad menunjuk ke bagian dadanya), iman. Yakni dengan pasrah dengan ketetapan Tuhan, manusia boleh berencana tapi kita harus tetap pasrah kepada hasil akhir yang ditetapkan Tuhan.

Di bagian ini saya percaya karena ustad muda ini memang mengatakan kebenaran tentang diriku dan tergila-gilanya aku dengan logika. Susahnya saya untuk percaya dengan apa pun yang saya lihat, dengar atau rasakan karena logikaku terlalu mendominasi diriku.

Apakah ini bagian dari ujian keimanan? untuk menguji seberapa kuat imanku terhadap Tuhan?

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Gangguan Jin atau Indera Keenam? [Bagian 5]

  1. Serius deh, setiap aku baca post edisi ruqyah ini, aku mrsa kudu d ruqyah juga, apalagi yg post ini, klo keseringen pke logika dan realistis pke bgt, kmungkinan besar di masukin semakin besar kah? 🙄

    Like

Feel free to tell me your opinion :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s